Kamis, 22 Januari 2009

Usaha Peningkatan Produktivitas Kedelai Dengan SISTEM TUMPANGSARI

Tujuh Langkah Usaha Peningkatan Produktivitas Kedelai
n Pemilihan lahan dan iklim.
n Pengolahan tanah.
n Pemilihan benih unggul dan penanaman.
n Pemupukan.
n Pemberantasan organisme.
n Pengairan dan penyiangan.
n Waktu dan cara panen.

Agribisnis tanaman kedelai saat ini mendapat perhatian besar dari Pemerintah dan berbagai pihak , untuk mencapai produktivitas kedelai yang diharapkan petani perlu adanya panduan tersebut.

PEMILIHAN LAHAN DAN IKLIM TANAMAN KEDELAI
n Tanaman kedelai dapat tumbuh pada berbagai jenis tanah, pada umumnya tanah yang cocok untuk tanaman jagung bisa juga untuk tanaman kedelai. Saluran air untuk kedelai harus dikendalikan dengan baik supaya udara dalam tanah dapat beredar dengan baik sehingga akar tanaman kedelai dapat mengisap udara dan bakteri rezobium yang ada pada akar tanaman kedelai dapat berkembang dengan baik. Kedelai tidak terlalu tahan kekeringan dibandingkan tanaman palawija lainnya misalnya jagung.

n PH tanah yang diperlukan untuk tumbuhnya tanaman kedelai supaya optimal adalah pada tanah lempung yang gembur dengan pH tanah 6.0 – 6.8 . Pemberian kapur saat pengolahan tanah dilakukan apabila pH tanah lebih dari 6,8, tujuannya untuk menurunkan kemasaman tanah karena kapur bersifat basah.
n Tanaman kedelai tumbuh optimal pada ketinggian tanah 0 – 900 meter diatas permukaan laut, temperature antara 25ºC - 30ºC, tetapi temperature yang optimal adalah 28ºC. Curah hujan berkisar antara 100 – 200 mm/bulan. Lahan yang digunakan tanaman kedelai dapat dikelompokkan ke dalam lima kelompok yaitu :
1. Lahan kering yang sumber airnya berasal dari air hujan dan keadaan tanahnya tidak terlalu banyak mengandung air.
2. Lahan sawah beririgasi teknis, sumber airnya tersedia sepanjang waktu.
3. Lahan sawah setengah teknis, sumber airnya pada waktu tertentu terbatas.
4. Lahan sawah tadah hujan,sumber airnya berasal dari air hujan
5. Lahan pasang surut atau lebak, sumber airnya berasal dari air pasang/laut atau rawa akan pasang pada waktu tertentu.

n Lahan kering pada umumnya dapat ditanami kedelai sepanjang waktu tetapi akan lebih baik pada saat musim hujan, lahan sawah beririgasi teknis dan setengah teknis biasanya ditanamai kedelai setelah tanam padi (misalnya padi-padi-kedelai).Lahan sawah tadah hujan biasanya ditanami kedelai setelah tanam padi (padi-kedelai-kedelai/palawija lain).

PENGOLAHAN TANAH
n Tujuan untuk menggemburkan tanah sehingga kecambah mudah tumbuh dan perakaran dapat berkembang dengan sempurna, selain itu juga untuk memberantas rumput dan memperbaiki serase (perputaran udara) dan drainase tanah.

Pengolahan tanah untuk pertanaman kedelai adalah sebagai berikut :
n Untuk lahan kering baik tanaman monokultur maupun tumpang sari misalnya pada perkebunan karet, kebun jeruk , kebun kelapa dll, sebaiknya pengolahan tanah jangan mengganggu akar tanaman kebun tersebut. Jarak tanam kedelai 0,5 – 1 meter dari pohon tanaman utama. Pengolahan dilakukan dengan cara pencangkulan atau penggemburan satu sampai dua kali kemudian dilakukan penghalusan tanah sehingga pori-pori tanah tersusun dengan baik agar sirkulasi udara didalam tanah berjalan dengan sempurna sehingga akar tanaman kedelai dan rezobium di dalam akar kedelai dapat menghisap udara dengan sempurna sehingga proses pertumbuhan kedelai dapat berjalan dengan baik.
n Untuk lahan sawah irigasi teknis dan setengah teknis biasanya pengolahan tanah tidak dilakukan yang penting lubang tanam biji kedelai dibuat sebaik mungkin dan seteratur mungkin. Tujuan tidak dilakukannya pengolahan tanah supaya musim tanam padi berikutnya tidak terganggu .
n Untuk lahan pasang surut / lebak, sebaiknya dilakukan pada saat air surut, bila memungkinkan sebaiknya dibuat bedengan dengan ukuran lebar 2 meter dan panjang disesuaikan dengan keadaan lahan serta jarak antara bedeng 30 cm. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan drainase yang baik yaitu saat air pasang tidak menggenangi pertanaman kedelai.

PEMILIHAN BENIH UNGGUL DAN PENANAMANNYA
n Untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi salah satu cara yang dilakukan adalah pemilihan benih unggul yang berkualitas, baik dari segi daya tumbuh 80 %, biji besar, rasa enak, tahan hama penyakit dan adaptasi dengan lahan dan iklim setempat. Pemakaian benih kedelai diupayakan benih yang bersertifikat dan berlabel. Petani yang akan menanam kedelai dapat memilih varietas kedelai yang diinginkan.
n Penanaman kedelai dilakukan dengan penugalan sedalam 3cm, jarak tanam 40 x 15 cm atau 40 x 20 cm untuk variets yang bercabang banyak dan jarak antara 20 x20 cm atau 20 x 25 cm untuk varietas yang bercabang sedikit. Untuk setiap lubang diisi benih sebanyak tiga butir/lubang, kemudian lubang ditutup permukaanya.
n Secara umum kebutuhan benih berkisar antara 30 – 60 kg/ha. Pada lahan yang belum pernah ditanami kedelai sebaiknya kedelai yang akan ditanam dicampur dengan tanah bekas pertanaman kedelai, tujuannya untuk mendapatkan bakteri rezobium.

Pemupukan
n Pada lahan yang kemasamannya tinggi sebaiknya diberi kapur sebanyak 2-4 ton/ha, pemberian kapur tersebut dilakukan sebelum tanam yaitu waktu pengolahan lahan untuk lahan kering , untuk lahan sawah/pasang surut diberikan pada satu minggu sebelum tanam.
n Pemupukan dilakukan supaya mendapatkan produktivitas yang tinggi, adapun pupuk yang diperlukan tergantung kesuburan tanahnya. Untuk tanah yang kurang subur pemberian pupuknya lebih banyak dibandingkan dengan tanah yang sudah subur.
n Pupuk yang dibutuhkan untuk nitrogen 50-70kg/ha diberikan dua kali yaitu pertama 25-35 kg/ha bersama sama dengan penanaman dan yang kedua sebelum berbunga sekitar umur 25 hari. Pupuk Phospate Plus – SHS dibutuhkan berkisar 75-100 kg/ha diberikan satu kali pada saat tanam. Pupuk KCL cair diberikan 2 – 3 liter/ ha diberikan mulai umur 14 s/d 21 hari.

PEMBERANTASAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN.
Serangan hama penyakit pada tanaman kedelai biasanya terjadi saat tanaman mulai berkecambah umur 10 hari sampai 70 hari , umumnya tanaman kedelai diserang oleh agrotis spp, aphis glycines, bemisia tabei dll.

Secara rinci beberapa serangan hama penting dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
NO
JENIS HAMA
UMUR TANAMAN
<10 11-30 31-50 51
>70
1
Lalat bibit (Ophimya phaseoli)
++++
-
2
Penggerek batang ( Malanagromyza sojae)
++--
-
3
Penggerek batang ( Malanagromyza dl)
+--
-
4
Ulat daun ( Agrotis spp)
+++
-
5
Penggerek daun ( Longitarsus Suturellinus)
++++
-
6
Kutu daun ( Aphis glycines)
++++++++
-
7
Penggerek daun ( Bermisia tabaci)
++++++++
-
8
Wereng kedelai ( Phaedonia inclusa)
++++++++
-
9
Ulat grayak ( Spodoptera litura)
++++++++
-
10
Ulat jengkal ( Chryodeixis challcites)
+++++
-
11
Ulat penggulung daun ( Lamprosema indicate)
+++
-
12
Penggerek polong ( Helicoverpa sp)
+++++++
-
13
Penggerek polong ( Etiella spp)
+++++
-
14
Pengisap polong ( Roptortus linearis)
++++++
++
15
Pengisap polong ( Nezara viridula)
++++++
++
16
Pengisap polong ( Piezodorus hybneri)
++++++
++
Keterangan :
+ Kurang membahayakan kehadirannya saat itu
+ + Membahayakan kehadirannya saat itu
> + + + Sangat membahayakan kehadirannya saat itu

Cara Pengendalian organisme pengganggu tanaman kedelai :
Pergiliran dengan tanaman lain
Penenaman serentak kedelai dibeberapa areal yang berdekatan
Pengendalian serentak pada semua pertanaman yang berdekatan setiap kali ada serangan organisme pengganggu tanaman.
Penyemprotan tanaman kedelei sebelum terjadi serangan organisme pengganggu tanaman yaitu dengan menyemprotkan pestisida, pemberantas organisme pengganggu tanaman pertama pada tanaman masih muda yaitu berumur 7-10 hari, kedua dilakukan pada umur tanaman setelah 45 hari.

PENGAIRAN DAN PENYIANGAN.
n Pengairan dilakukan 1 – 2 minggu sekali pada lahan yang irigasinya baik, penggenangan air cukup 15 – 30 menit, karena kedelai termasuk tanaman yang tidak tahan kekeringan tetapi juga tidak tahan tergenang. Bila pengairan tidak ada dan hujan tidak turun , sebaiknya dilakukan penyiraman terhadap tanaman kedelai.

n Penyiangan pertama dilakukan pada waktu kedelai berumur 2-4 minggu, penyiangan kedua pada saat umur 45-60 hari setelah tanam. Tanpa dilakukan penyiangan produksi kedelai bisa turun antara 10-50 %.

WAKTU DAN CARA PANEN.

Waktu panen yang tepat adalah sebagai berikut ;
n Kedelai pada tingkat kemasakan yang optimal dan panen pada cuaca yang cerah. Panen kuarang tua akan banyak menghasilkan biji yang keriput, sedangkan panen terlalu tua dapat meningkatkan butir rusak.
n Saat panen yang tepat apabila daun telah mongering dan muda rontok, kulit biji atau polong berwarna kuning sampai coklat ( 90% ) dan sudah kering.
n Cara mengetahui panen yang tepat bisa dengan cara menghitung umur tanaman, perlu diingat untuk setiap varietas kedelai mempunyai umur tanaman yang tidak sama .

CARA PANEN KEDELAI YANG TEPAT
n Panen dilakukan dengan momotong/membabat tanaman dengan sabit yang tajam,
n Tanaman tidak boleh dicabut karena rezobium akan ikut terangkat sehingga mengurangi kesuburan tanah, disamping itu biji kedelai akan dikotori oleh tanah yang terbawa bersama akar kedelai.
n Panjang pemotongan batang disesuaikan dengan cara perontokan, bila akan dirontokkan dengan threser sebaiknya pemotongan dilakukan sedekat mungkin dengan pangkal batang, bila perontokan dengan membanting (bambo dll) pemotongan batang tidak usah sampai pangkal.
n Untuk varietas kedelai yang polongnya pecah/mekar di lapangan harus lebih cepat yaitu pada saat daunnya masih menempel pada tanaman

Deskripsi Benih Kedelai Anjasmoro
n Warna Hipokotil : Ungu
n Warna Episotil : Ungu
n Warna Daun : Hijau
n Warna Bunga : Ungu
n Warna Biji : Kuning
n Warna Hilum Biji : Putih
n Warna kulit polong masak : Kuning kecoklatan
n Sifat dan warna bulu : Coklat muda
n Tipe tumbuh : Determinate
n Tinggi tanaman : 62 – 68 cm
n Umur mulai berbunga : 35,7 – 39,4 hari
n Umur polong masak :
- Musim penghujan : 82,5 – 92,5 hari
- Musim kemarau : -
n Bentuk Biji : Oval
n Kerebahan : Tahan
n Bobot 1.000 butir : 14,8 – 15,3 gram
n Kandungan lemak : 17,21 % – 18,60%
n Kandungan Protein : 41,78 % – 42,05 %
n Hasil rata-rata biji kering : 2,25 ton/ha
n Kepekaan terhadap penyakit : agak tahan karat daun

Analisa Usaha Tani Kedelai
1. Biaya Sewa
Sewa lahan dengan luas 1,0 H Rp। 1।500।000,-
Sewa lantai jemur Rp. 100.000,-
2. Bahan Baku
- Benih Kedele 45 Kg x @Rp. 12.000 Rp. 540.000.-
Sarana Produksi ( Pupuk dan Obat2an )
- Pupuk Urea 60 Kg x @Rp. 1.400 Rp. 84.000,-
- Phospat Plus 100 Kg x @Rp. 1.675 Rp. 167.500,-
- KCl Cair 2 Lt x @Rp. 42.000 Rp. 84.000,-
- Panzer 2 Lt /Ha Rp. 180.000,-
- ( lain-lain )
- Karung 30 lembar @Rp. 2.500 Rp. 75.000,-
- Tali Rafia Rp. 10.000,-
Tenaga Kerja
ü Pria utk ”Larenan” 20 HOK x Rp. 12.500 Rp. 250.000,-
ü Perempuan ( ”gejig-tanam-tutup lubang”)
20 HOK x Rp. 10.000 Rp. 200.000,-
ü Penyemprotan KCL Cair
1. 14 Hst : 4 HOK x Rp. 12.500 Rp. 50.000,-
2. 21 Hst : 4 HOK x Rp. 12.500 Rp. 50.000,
ü Penyemprotan Insektisida (Kondisional)
1. 4 HOK x Rp. 12.500 Rp. 50.000,-
2. 4 HOK x Rp. 12.500 Rp. 50.000,-
ü Pengairan
1. Sebelum tanam 1x “lep” (pendahuluan) Rp. 50.000,-
2. 15 – 20 hst Rp. 50.000,-
3. 30 – 35 hst Rp. 50.000,-
4. 45 – 50 hst Rp. 50.000,-
5. 65 hst ( apabila tdk kesulitan air ) Rp. 50.000,
ü Panen
1. Babat kedele 30 HOK x Rp. 12.500 Rp. 375.000,-
Transportasi
Ongkos Angkut ke Gudang = Rp. 100.000,-

J u m l a h B I A Y A = Rp. 4.310.000,-

PRODUKSI :
Ø per Ha ± 1,300 Ton, asumsi Harga Rp. 6.000,-
Rp. 7.800.000,-
KEUNTUNGAN ( laba ) :
Rp. 7.800.000 – Rp. 4.310.000 = Rp. 3.490.000,-
2. Perontokan (borongan ) Rp. 150/kg x 1,300ton Rp. 195.000,-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar